Fokus utama dari program ini adalah mengumpulkan Limbah Sayur yang sudah tidak layak jual namun masih memiliki kandungan nutrisi yang baik. Tim Fork And Flame bekerja sama dengan para pedagang pasar dan pengusaha restoran untuk menjemput sisa-sisa hijau tersebut setiap harinya. Alih-alih dibiarkan membusuk dan menghasilkan gas metana yang merusak atmosfer, bahan-bahan tersebut dibawa ke fasilitas pengolahan khusus. Di sana, sayuran dipilah, dibersihkan dari material non-organik, dan diproses melalui teknik fermentasi atau pengeringan untuk diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi industri agraria.
Masalah sampah organik di lingkungan perkotaan dan pasar tradisional merupakan tantangan lingkungan yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Sebagian besar limbah yang menumpuk berasal dari sisa-sisa hasil pertanian yang tidak terserap pasar. Menanggapi isu serius ini, inisiatif Fork And Flame muncul dengan sebuah langkah progresif yang menghubungkan sektor kuliner dengan sektor peternakan. Mereka melakukan sebuah gebrakan dengan menciptakan sistem pengolahan sisa bahan pangan yang efisien, di mana tujuannya adalah meminimalisir pembuangan sampah ke TPA melalui proses daur ulang yang bernilai guna tinggi.
Hasil akhir dari proses pengolahan ini adalah pakan ternak yang kaya akan serat dan vitamin. Produk ini kemudian didistribusikan kepada para peternak kecil di pinggiran kota yang selama ini terbebani oleh tingginya harga pakan pabrikan. Fork And Flame memberikan solusi bagi dua masalah sekaligus: mengurangi beban sampah kota dan menekan biaya operasional para peternak lokal. Strategi untuk sulap sampah menjadi aset ekonomi ini membuktikan bahwa prinsip ekonomi sirkular dapat diterapkan secara nyata di tingkat lokal jika ada kemauan untuk melakukan inovasi teknologi dan manajemen logistik yang tepat.
Selain manfaat ekonomi dan lingkungan, gerakan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah di sumbernya. Pedagang pasar kini lebih sadar untuk tidak mencampur sisa sayur dengan sampah plastik, karena mereka tahu bahwa sisa sayuran tersebut akan menjadi sumber makanan bagi hewan ternak. Kesadaran kolektif ini secara bertahap memperbaiki ekosistem kebersihan di pasar-pasar tradisional yang selama ini identik dengan kesan kotor dan bau. Fork And Flame bertindak sebagai katalisator yang mengubah Limbah Sayur yang tadinya dianggap menjijikkan menjadi komoditas yang dicari dan memiliki nilai ekonomi yang stabil.
