Bersantap di restoran kini telah berevolusi menjadi sebuah pertunjukan. Di tempat-tempat seperti Forkandflame, pengalaman menikmati hidangan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang menyaksikan prosesnya secara langsung. Restoran dengan konsep dapur terbuka ini mengangkat Seni Memasak Steak menjadi tontonan yang memukau, di mana aroma, suara, dan visualisasi berpadu dalam sebuah simfoni kuliner yang intim dan dramatis.
Konsep restoran terbuka, terutama untuk masakan panggangan, memungkinkan interaksi langsung antara chef dan tamu. Hal ini menghilangkan batasan antara dapur dan meja makan, memberikan transparansi penuh terhadap kualitas bahan dan proses memasak. Seni Memasak Steak di Forkandflame dimulai dari pemilihan potongan daging. Chef kepala, Rian Hidayat (38 tahun), yang memiliki sertifikasi Meat Master internasional sejak tahun 2021, hanya menggunakan daging sapi Black Angus dengan tingkat marbling yang ideal, yaitu minimal USDA Choice. Daging ini akan dipanggang di atas bara api kayu, bukan gas, untuk memberikan aroma smoky khas yang tidak bisa didapatkan dari metode lain.
Proses pemanggangan adalah inti dari pertunjukan Seni Memasak Steak. Chef Rian menggunakan teknik reverse searing, di mana steak dipanggang perlahan pada suhu rendah (120∘C) hingga mencapai suhu internal yang diinginkan, kemudian dibakar singkat pada suhu sangat tinggi untuk menghasilkan lapisan luar yang karamel (crust) sempurna. Pertunjukan ini selalu menarik perhatian pengunjung, terutama saat flare-up (semburan api) kecil terjadi, menandakan lemak daging jatuh dan menguap menjadi aroma.
Aspek keselamatan dalam dapur terbuka seperti ini menjadi prioritas utama. Manajemen Forkandflame bekerja sama erat dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat. Pada tanggal 10 April 2025, Sektor Damkar setempat melakukan inspeksi rutin dan memastikan bahwa sistem pembuangan asap dapur (hood) bekerja pada kapasitas maksimal untuk menghilangkan asap yang dihasilkan oleh panggangan terbuka. Selain itu, area memasak dan area duduk tamu dipisahkan oleh batas aman sejauh minimal 1,5 meter untuk menjamin tidak ada percikan api yang membahayakan pengunjung.
Setelah selesai dipanggang, Seni Memasak Steak belum berakhir. Daging harus melalui proses resting (pengistirahatan) selama 5 hingga 10 menit. Fase ini sangat penting karena memungkinkan jus daging, yang tertekan ke pusat selama proses pemanggangan, untuk menyebar kembali ke seluruh serat, menghasilkan steak yang juicy sempurna. Daging yang dipotong segera setelah diangkat dari panggangan akan kehilangan sebagian besar kelembabannya. Proses resting ini adalah momen tenang sebelum daging diiris dan disajikan dengan saus pendamping buatan rumah dan sayuran panggang, melengkapi dining experience yang tidak hanya memuaskan lidah, tetapi juga indra visual dan penciuman.
